6. METODE DEMONSTRASI
Metode Demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Metode Demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat-alat bantu pengajaran seperti benda-benda miniatur, gambar, perangkat alat-alat laboratorium dan lain-lain. (Cecep, 2005). Metode Demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian,aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah, 2000). Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. (Syaifudin Bahri Djamarah, 2000).
Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
>Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda.
>Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
>Kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaifudin Bahri Djamarah, 2000)
Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
>Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan .
>Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
>Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaifudin Bahri Djamarah, 2000)
7. METODE SOSIODRAMA DAN BERMAIN PERANAN
Metode sosiodrama dan bermain peranan merupakan dua buah metode mengajar yang mengandung pengertian yang dapat dikatakan bersama dan karenanya dalam pelaksanaan sering disilih gantikan. Istilah sosiodrama berasal dari kata sosio = sosial dan drama. Kata drama adalah suatu kejadian atau peristiwa dalarn kehidupan manusia yang mengandung konflik kejiwaan, pergolakan, clash atau benturan antara dua orang atau lebih. Sedangkan bermain peranan berarti memegang fungsi sebagai orang yang dimainkannya, misalnya berperan sebagai Lurah, penjudi, nenek tua renta dan sebagainya.
Kedua metode tersebut biasanya disingkat menjadi metode “sosiodrama” yang merupakan metode mengajar dengan cara mempertunjukkan kepada siswa tentang masalah-masalah hubungan sosial, untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Masalah hubungan sosial tersebut didramatisasikan oleh siswa dibawah pimpinan guru, Melalui metode ini guru ingin mengajarkan cara-cara bertingkah laku dalam hubungan antara sesama manusia. Cara yang paling baik untuk memahami nilai sosiodrama adalah Mengalami sendiri sosiodrama, mengikuti penuturan terjadinya sosiodrama dan mengikuti langkah-langkah guru pada saat memimpin sosiodrama.
Kelebihan:
>Mengembangkan kreativitas siswa (dengan peran yang dimainkan siswa dapat berfantasi)
>Memupuk kerjasama antara siswa.
>Menumbuhkan bakat siswa dalam seni drama.
>Siswa lebih memperhatikan pelajaran karena menghayati sendiri.
>Memupuk keberanian berpendapat di depan kelas.
>Melatih siswa untuk menganalisa masalah dan mengambil kesimpulan dalarn waktu singkat.
Kelemahan:
>Adanya kurang kesungguhan para pemain menyebabkan tujuan tak tercapai.
>Pendengar (siswa yang tak berperan) sening mentertawakan tingkah laku pemain sehingga merusak suasana.
8. METODE PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN RESITASI
Metode ini mengandung tiga unsur ialah:
Pemberian tugas.
Belajar.
Resitasi.
Tugas, merupakan suatu pekerjaan yang harus diselesaikan. Pemberian tugas sebagai suatu metode mengajar merupakan suatu pemberian pekerjaan oleh guru kepada siswa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Dengan pemberian tugas tersebut siswa belajar, mengerjakan tugas. Dalam melaksanakan kegiatan belajar, siswa diharapkan memperoleh suatu hasil ialah perubahan tingkah laku tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tahap terakhir dan pemberian tugas ini adalah resitasi yang berarti melaporkan atau menyajikan kembali tugas yang telah dikerjakan atau dipelajari. Jadi metode pembenian tugas belajar dan resitasi atau biasanya disingkat metode resitasi merupakan suatu metode mengajar dimana guru membenkan suatu tugas, kemudian siswa harus mempertanggung jawabkan hasil tugas tersebut.
Kelebihan dan kelemahan :
Kelebihan :
>Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih banyak.
>Memupuk rasa tanggung jawab.
>Memperkuat motivasi belajar.
>Menjalin hubungan antara sekolah dengan keluarga.
>Mengembangkan keberanian berinisiatif.
Kelemahan :
>Memerlukan pengawasan yang ketat, baik oleh guru maupun orang tua.
>Sukar menetapkan apakah tugas dikerjakan oleh siswa sendiri atau atas bantuan orang lain.
>Banyak kecenderungan untuk saling mencontoh dengan teman-teman.
>Agak sulit diselesaikan oleh siswa yang tinggal bersama keluarga yang kurang teratur.
>Dapat menimbulkan frustasi bila gagal menyelesaikan tugas.
9. METODE DRILL (LATIHAN)
Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang-ulang, akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis, ia akan berusaha melatih keterampilannya. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya sehingga menuntut respons yang berubah, maka keterampilan akan lebih disempurnakan.
Kelebihan :
>Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang.
>Siswa siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan.
Kelemahan :
>Siswa cenderung belajar secara mekanis.
>Dapat rnenyebabkan kebosanan.
>Mematikan kreasi siswa.
>Menimbulkan verbalisme (tahu kata-kata tetapi tak tahu arti).
10. METODE KARYAWISATA
Dengan metode karyawisata, guru mengajak siswa ke suatu tempat (objek) tertentu untuk mempelajari sesuatu dalam rangka suatu pelajaran di sekolah. Berbeda dengan darmawisata, di sini para siswa sekedar pergi ke suatu tempat untuk rekreasi. Metode karyawisata berguna bagi siswa untuk membantu mereka memahami kehidupan ril dalam lingkungan beserta segala masalahnya . Misalnya, siswa diajak ke museum, kantor, percetakan, bank, pengadilan, atau ke suatu tempat yang mengandung nilai sejarah/kebudayaan tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar