TRANSFORMASI GALILEO
Prinsip relativitas yang digunakan para fisikawan klasik adalah berdasarkan transformasi Galileo. Transformasi ini bermanfaat untuk memeriksa pertanyaan yang telah dilontarkan sebelumnya tentang kondisi hukum-hukum fisika dalam kerangka acuan yang berbeda. Dalam hal ini, kita memerlukan suatu kerangka acuan inersial, yaitu kerangka acuan di mana hukum pertama Newton berlaku. Dengan kata lain, kerangka inersial adalah suatu kerangka yang berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan konstan terhadap kerangka acuan lainnya pada suatu garis lurus. Selain kerangka acuan inersial, sebenarnya ada juga kerangka noninersial, yaitu kerangka acuan yang berada dalam keadaan dipercepat terhadap kerangka lainnya. Kerangka acuan noninersial digunakan dalam perumusan teori relativitas umum sehingga tidak akan kita bahas sekarang.
• < 1900 mekanika Newton merupakan teori yang cukup sukses dalam menjelaskan permasalahan dinamika partikel/benda saat itu.
• Dalam mekanika Newton ada suatu kerangka khusus yang disebut kerangka inersial dimana Hukum Newton mempunyai bentuk yang sama dalam kerangka tersebut.
• Kerangka inersial ini adalah kerangka yang memenuhi Hukum I Newton yaitu sebuah kerangka diam atau bergerak dengan kecepatan konstan relatif terhadap yang lain.
• Hubungan antara kerangka inersial satu dengan yang lainnya adalah melalui apa yang disebut transformasi Galilean.
Tinjau dua kerangka O yang diam dan O’ yang bergerak dengan kecepatan V konstan relatif terhadap O sepanjang sumbu x. Transformasi Galilean yang menghubungkan antara O dan O’ adalah
Dari transformasi diatas dapat disimpulkan bahwa waktu yaitu t bersifat absolut dalam mekanika Newton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar